Rabu, 30 November 2011

Multiple Sclerosis


Pendahuluan

Multiple sclerosis adalah penyakit akibat kerusakan myelin – yaitu selubung pelindung yang mengelilingi serabut saraf pada sistem saraf pusat. Ketika myelin mengalami kerusakan, maka hal tersebut akan mengganggu penyampaian ‘pesan’ antara otak dan bagian-bagian tubuh lainnya.

Informasi yang tersedia pada bagian ini sebaiknya tidak dijadikan sebagai nasehat medis. Setiap penderita MS sebaiknya berkonsultasi kepada dokter ahli saraf atau dokter keluarganya sendiri untuk mendapatkan nasehat yang berkaitan dengan diagnosa, gejala-gejala dan penanganan penyakit.
Gejalanya sangat bervariasi; diantaranya penglihatan kabur, kelemahan otot/anggota gerak, perasaan seperti baal, gangguan keseimbangan, dan keletihan berlebihan. Bagi sebagian orang, MS menyerang dengan pola hilang-timbul, sedangkan bagi yang lain, MS menyerang dengan pola perburukan yang progresif. Namun bagi semua, MS membuat kondisi hidup penderita menjadi tak terduga.

Penyebab MS

Penyebab MS belum diketahui, tetapi para peneliti di seluruh dunia sedang berusaha mencari jawabannya. Kerusakan myelin pada MS mungkin terjadi akibat respon abnormal dari sistem kekebalan tubuh, yang seharusnya melindungi tubuh dari serangan organisme berbahaya (bakteri dan virus). Banyak jenis MS yang menunjukkan gejala penyakit ‘kekebalan tubuh’, dimana tubuh menyerang sel-sel dan jaringan-jaringannya sendiri (dalam kasus MS, yang diserang adalah Myelin). Para peneliti tidak mengetahui apa yang memicu sistem kekebalan tubuh tersebut menyerang myelin, tetapi diduga hal tersebut terjadi karena perpaduan beberapa faktor.

Satu teori menyebutkan bahwa virus, yang mungkin sudah menetap lama dalam tubuh, mungkin memainkan peranan penting dalam perkembangan penyakit ini dan mungkin mengganggu sistem kekebalan atau secara tidak langsung mengubah proses sistem kekebalan tubuh. Banyak penelitian yang sudah mencoba mengidentifikasi virus MS. Ada satu dugaan bahwa kemungkinan tidak ada virus MS, melainkan hanya ada virus-virus biasa, seperti virus campak dan herpes, yang menjadi pemicu timbulnya penyakit MS. Virus-virus ini mengaktifkan sel darah putih (limfosit) dalam aliran darah menuju ke otak dengan melemahkan mekanisme pertahanan otak (yaitu darah/sawar otak). Kemudian, di dalam otak, sel-sel ini mengaktifkan unsur-unsur lain dari sistem kekebalan tubuh dengan satu cara yang pada akhirnya membuat sel-sel tersebut menyerang dan menghancurkan myelin.

Demyelinasi

Demyelinasi adalah istilah yang dipakai untuk hilang/rusaknya myelin, yaitu suatu substansi dalam massa putih otak yang melindungi ujung saraf. Myelin membantu saraf menerima dan menginterpretasikan pesan-pesan dari otak dengan kecepatan tinggi. Ketika ujung saraf kehilangan substansi tersebut, maka substansi tersebut tidak dapat berfungsi dengan baik, menyebabkan timbulnya luka-luka, atau munculnya ‘sclerosis’ di ujung-ujung saraf yang kehilangan myelin. Nama penyakit Multiple Sclerosis didasarkan pada area luka-luka tersebut. 

Demyelinasi adalah penyebab dasar dari gejala-gejala yang timbul pada penderita MS. Ketika demyelinasi terjadi, kecepatan ‘lalu-lintas’ pesan pada saraf menjadi lebih lambat daripada biasanya. Bahkan ketika luka-luka yang terjadi akibat demyelinasi sudah sembuh dan mengalami remyelinasi, respon saraf akan cenderung melambat.


Siapa yang dapat menderita MS?

Wanita lebih rentan menderita MS daripada pria, MS 50% lebih sering muncul pada wanita daripada pria (3 berbanding 2). MS adalah penyakit yang terjadi pada dewasa muda; rata-rata usia terjadinya serangan adalah 22-39 tahun, tetapi jangkauan serangan sebenarnya sangat luas berkisar antara 10-59 tahun.


Perjalanan penyakit MS

Adalah mustahil untuk memprediksi perjalanan penyakit MS untuk setiap individu secara akurat, tetapi lima tahun pertama biasanya memberikan satu indikasi pada seseorang tentang bagaimana penyakit ini akan berlanjut. Kesimpulan ini didasarkan pada bagaimana perjalanan penyakit dalam kurun waktu tersebut serta didasarkan juga pada apa tipe penyakitnya (misalnya hilang-timbul atau progresif). Tingkat ketidakmampuan yang dicapai pada satu titik akhir seperti lima dan sepuluh tahun diyakini dapat memprediksi perjalanan penyakit ini di kemudian hari. 

Akan tetapi, ada beberapa variabel mengenai hal ini:

• Sebagian besar penderita MS (kurang lebih 45%) tidak terlalu terpengaruh oleh penyakit MS-nya, dan dapat menjalani hidup normal serta produktif.

• Ada sekelompok penderita (40%) yang jenis MS-nya berubah menjadi progresif setelah beberapa tahun bersifat hilang-timbul.

Usia saat terjadinya serangan serta gender dapat menjadi indikator jangka panjang perjalanan penyakit MS. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa serangan yang terjadi pada usia lebih muda (dibawah usia 16 tahun) mengimplikasikan prognosis yang lebih baik, tetapi hal ini harus dibatasi oleh kenyataan bahwa seorang dewasa muda yang menjalani hidup sebagai penderita MS selama 20 atau 30 tahun dapat mengalami ketidakmampuan subtansial, walaupun perkembangan menuju ketidakmampuan tersebut berlangsung lambat dan pada 10 atau 15 tahun pertama penderita relatif hanya serangan ringan. Penelitian-penelitian lain menunjukkan bahwa serangan pada usia lanjut (pada lebih dari 55 tahun), terutama pada laki-laki, dapat menunjukkan perjalanan penyakit yang bersifat progresif.

Terapi MS harus memberi prospek yang mendukung para penderita yang baru terdiagnosa MS. Obat-obatan seperti interferon beta adalah pengobatan yang mungkin dilakukan untuk penderita MS hilang-timbul dan penderita yang masih dapat berjalan. Interferon beta dapat memperlambat progresifitas ketidakmampuan dan juga mengurangi tingkat keparahan dan frekuensi perburukan. Pada taraf ini, tidak diketahui apakah interferon beta berdampak pada MS progresif primer atau tidak. Penelitian yang luas tentang MS sekarang ini memberikan harapan bahwa terapi yang bersifat melawan proses penyakit MS (walaupun tidak menyembuhkan), dalam waktu dekat, tidak lagi menjadi suatu harapan yang mustahil.

Harus diingat bahwa banyak penderita MS yang menjalani hidup dengan ketidakmampuan dalam mengatur diri (misalnya, keletihan berlebihan, pincang, gangguan kandung kemih). Bagaimanapun, sedikitnya 15% dari penderita MS akan menjadi cacat (misalnya harus menggunakan kursi roda setiap waktu). Harapan hidup bagi sebagian besar penderita MS adalah mendekati normal.


Gejala-gejala MS

Multiple sclerosis memiliki kondisi yang sangat variasi dan gejala-gejalanya tergantung pada area sistem saraf pusat yang terkena. Tidak ada pola khusus pada MS dan setiap penderita MS memiliki kekhasan gejalanya masing-masing, yang bentuknya bervariasi dari waktu ke waktu dan tingkat keparahan serta lamanya serangan dapat berubah, walaupun pada penderita yang sama. 

Tidak ada MS yang khas. Kebanyakan penderita MS akan mengalami lebih dari satu gejala, walaupun gejala-gejala ini umum terjadi pada banyak orang, tapi tidak seorangpun mempunyai semua gejala tersebut bersamaan. Gejala-gejala yang umum terjadi adalah.


Visual disturbances (Gangguan Penglihatan)

Penglihatan kabur

Penglihatan ganda / berbayang (diplopia)

Neuritis optika

Gerakan mata yang tak terkontrol

Buta total (sangat jarang terjadi)


Gangguan Keseimbangan dan Koordinasi

1. Hilang keseimbangan tubuh

2. Gemetar (tremor)

3. Ketidakstabilan berjalan (ataksia)

4. pusing (vertigo)

5. kekakuan anggota gerak

6. gangguan koordinasi

7. Kelemahan: terutama dapat mengenai kaki dan kemampuan berjalan


kekakuan

1. Mengenai tonus otot dan kekakuan otot dapat mempengaruhi mobilitas dan cara berjalan

2. Spasme


perubahan rasa/sensasi

1. perasaan baal

2. perasaan seperti di tusuk-tusuk jarum

3. kebas (paraesthesia) perasaan seperti terbakar

4. nyeri dapat berhubungan dengan penyakit MS, contohnya, nyeri di wajah (seperti trigeminal neuralgia), dan nyeri otot


gangguan kemampuan berbicara

1. Bicara menjadi lambat

2. berbicara seperti menggumam

3. perubahan ritme berbicara

4. sulit menelan (dysphagia)


Keletihan berlebihan

Perasaan lemah dan letih yang datang tidak terduga dan tidak sebanding dengan aktivitas yang sedang dikerjakan. Keletihan berlebihan adalah gejala penyakit MS yang paling umum (dan yang paling menyusahkan).


Gangguan kandung kemih dan usus besar

1. Gangguan kandung kemih meliputi: sering buang air kecil, tidak dapat buang air kecil secara tuntas atau tidak bisa menahan air kecil.

2. Gangguan usus meliputi: konstipasi/sembelit, dan kadang-kadang diare.


Seksual dan Keintiman

1. impoten

2. Berkurangnya kemampuan seksual

3. kehilangan gairah


Sensitivitas terhadap Panas

Gejala-gejala memburuk dengan udara panas


Gangguan Kognitif dan Emosi

1. kehilangan memori jangka pendek

2. kehilangan kemampuan konsentrasi, penilaian, penalaran

Lain dengan gejala-gejala yang jelas terlihat dengan segera, gejala lain seperti keletihan (fatigue), perubahan sensasi, gangguan memori dan konsentrasi sering menjadi gejala yang tersembunyi. Gejala seperti ini mungkin sulit untuk dijelaskan kepada orang lain dan kadang-kadang keluarga dan perawat tidak dapat memahami efeknya terhadap pekerjaan, aktivitas sosial, dan kualitas hidup penderita MS.


Jenis-jenis MS

Perjalanan penyakit MS tidak terduga. Bagi beberapa orang, penyakit ini hanya sedikit mengganggu, sedangkan beberapa yang lain mengalami perburukan yang cepat hingga membuatnya sama sekali tidak berdaya, dan beberapa yang lain berada di antara dua kondisi ekstrem tersebut. Walaupun setiap individu mengalami kombinasi kondisi gejala MS yang berbeda, tetapi ada beberapa macam pola berbeda yang berhubungan dengan jenis penyakit ini:


MS Hilang-Timbul

Pada MS jenis ini, terjadi beberapa kali kekambuhan (serangan) yang tidak terduga. Dapat timbul gejala-gejala baru atau terjadi perburukan gejala yang sudah ada. Serangan ini dapat berlangsung dalam waktu yang bervariasi (dalam hitungan hari atau bulan) dan dapat pulih secara sebagian (parsial) atau total. Jenis ini dapat bersifat ‘tidak aktif’ selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.


Frekuensi – kurang lebih 25%


MS Jinak

Setelah satu atau dua kali serangan dan kemudian pulih total, MS jenis ini tidak mengalami perburukan dan tidak timbul kecacatan permanen. MS jinak hanya dapat diidentifikasi bila terdapat kecacatan ringan yang timbul pada waktu 10 – 15 tahun setelah serangan dan pada awalnya dapat dikategorikan sebagai MS hilang-timbul. MS jinak cenderung berhubungan dengan gejala-gejala yang tidak parah ketika terjadinya serangan (contohnya pada sistem sensorik).

Frekuensi – kurang lebih 20%

MS Progresif Sekunder

Bagi beberapa orang yang pada awalnya mengalami MS hilang – timbul, dalam perjalanan penyakitnya ada bentuk perkembangan lebih lanjut yang mengarah pada ketidakmampuan yang bersifat progresif, dan seringkali disertai kekambuhan terus menerus.

Frekuensi – kurang lebih 40%


MS Progresif Primer

MS jenis ini ditandai dengan tidak adanya serangan yang parah, tetapi ada serangan-serangan kecil dengan gejala-gejala yang terus memburuk secara nyata. Terjadi satu akumulasi perburukan dan ketidakmampuan yang dapat membawa penderita pada tingkat/titik yang semakin rendah atau terus berlanjut hingga berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

Frekuensi – kurang lebih 15% 


Mendiagnosis MS

Tidak seperti penyakit yang lain, tidak ada tes yang dapat langsung mendeteksi ‘positif atau negatif’ untuk MS dan tes yang tersedia untuk menolong para dokter dalam mendiagnosis, tidak ada satupun yang dapat 100% meyakinkan diagnosis tersebut.

Hal ini berarti pada akhirnya para dokter akan mendiagnosa MS dengan mengombinasikan pengamatan terhadap gejala-gejala yang terjadi pada seseorang dan menyingkirkan kemungkinan-kemungkinan yang lain. Hal ini disebut ‘Diagnosis Klinis’.


Masalah dalam Diagnosa

Sayangnya bagi sebagian kecil penderita MS (10-15%), diagnosis pasti masih belum mungkin, bahkan setelah menjalani berbagai tes yang tersedia. Akan tetapi, dapat menyingkirkan penyebab yang sangat penting dari gejala-gejala tipe-MS yang lain, dan jika dilanjutkan dengan pemeriksaan berkala dan pengawasan pada perubahan kondisi penderita, maka dalam banyak kasus, diagnosis menjadi hal yang mungkin ditetapkan.


Kriteria Baru Diagnosis MS

International Medical and Scientific Board (MSIF) telah menyimpulkan sebuah kriteria baru diagnosa MS untuk membantu para dokter dalam membedakan MS dengan penyakit lain yang mungkin memperlihatkan gejala-gejala yang sama. Kriteria baru ini melibatkan hasil pemindaian dengan MRI, sehingga memungkinkan untuk mendiagnosis MS walaupun seseorang hanya memperlihatkan satu episode gejala saja. Dengan kriteria yang baru ini, seseorang dapat diklasifikasikan sebagai penderita MS, mungkin MS, atau bukan MS.


Diagnosis Klinis

MS pada stadium awal dapat terlihat seperti riwayat penyakit dengan gejala-gejala yang samar, yang mungkin muncul secara sporadis dalam kurun waktu yang lama dan seringkali dihubungkan dengan salah satu kondisi medis yang lain. Gejala-gejala yang tidak terlihat dan bersifat subjektif seringkali sulit untuk dikomunikasikan dengan dokter dan para ahli kesehatan dan sayangnya dalam diagnosis tingkat paling awal, masih merupakan hal yang umum bagi penderita MS untuk diperlakukan dengan tidak simpatik.

Walaupun seseorang menunjukkkan gejala-gejala tipe MS dengan pola yang klasik, gejala-gejala tersebut harus dipastikan sudah memenuhi kriteria sebelum dokter atau spesialis saraf dapat mendiagnosis ‘pasti’ MS secara klinis. Kriteria-kriteria tersebut adalah: ‘Dua area berbeda di sistem saraf pusat terserang, dan serangan-serangan tersebut terjadi setidaknya dalam dua kejadian yang berbeda dan sedikitnya dalam selang waktu satu bulan, dan orang tersebut berada dalam rentang usia normal untuk mendapat serangan MS’. Dengan demikian, walaupun bisa saja anda didiagnosis ‘pasti’ MS pada kunjungan pertama anda ke spesialis saraf, masih ada kemungkinan bahwa diagnosis tersebut menjadi tidak jelas, dan bahwa orang tersebut akan dirujuk untuk menjalani serangkaian pemeriksaan lebih lanjut.


Uji Diagnosis

Ini adalah panduan singkat tentang uji diagnosis yang paling sering digunakan, apa saja yang termasuk di dalamnya dan sejauh mana uji tersebut dapat memberi penjelasan kepada anda. Dokter dan spesialis saraf mungkin menginginkan anda untuk menjalani seluruh pemeriksaan tersebut sebelum membuat diagnosis klinis.


Riwayat Medis

Dokter akan menanyakan riwayat medik anda secara detail, termasuk rekam medik anda di masa lalu tentang tanda-tanda dan gejala-gejala dan juga tentang kondisi kesehatan anda sekarang.

Jika gejala-gejala yang pernah anda alami, mungkin yang terjadi dalam jangka waktu yang lama, diperiksa, maka pola gejala yang didapatkan dapat merujuk pada penyakit MS. Akan tetapi, pemeriksaan fisik dan medik yang lengkap tetap diperlukan untuk memastikan hasil diagnosis.


Pemeriksaan Neurologi

Pemeriksaan neurologi menunjukkan sebaik apa sistem saraf anda berfungsi. Spesialis saraf akan menguji kelainan yang terjadi pada alur saraf yang membawa pesan dari otak ke bagian tubuh anda yang lain. Mereka akan memperhatikan perubahan pada gerakan mata, koordinasi keseimbangan tubuh, kelemahan, keseimbangan, perasaan sensasi), cara berbicara, dan refleks.

Pemeriksaan ini mungkin juga dapat mengungkap gejala yang merujuk pada penyakit MS, tetapi tidak dapat digunakan untuk menentukan apa yang menyebabkan gejala tersebut ada. Kondisi lain yang mungkin menunjukkan gejala yang sama seperti MS harus diabaikan.


Pemeriksaan potensi penglihatan, pendengaran, dan somatosensori

Walaupun namanya sukar diucapkan, keutamaan dari pemeriksaan ini adalah sifatnya yang langsung. Pemeriksaan ini mengukur kecepatan perjalanan pesan dari otak ke saraf.

Kecepatan pesan yang melewati sistem saraf diukur dengan menempatkan elektroda-elektroda kecil di kepala, yang memonitor respon gelombang-gelombang otak terhadap visualisasi dan audio (pendengaran) atau terhadap rangsangan sensorik. Hal yang sangat bermanfaat dari tiga pemeriksaan ini adalah potensi visual, walaupun sekarang ini, seiring dengan meningkatnya penggunaan MRI, pengujian potensi tidak begitu sering lagi diperlukan. Pemeriksaan ini tidak bersifat invasif atau menyakitkan dan tidak memerlukan rawat inap di rumah sakit.

Waktu yang diperlukan saraf untuk menyampaikan pesan dari otak adalah sebuah indikator dari kondisi sistem saraf dan digunakan untuk menentukan apakah ada demyelinasi yang terjadi.


Magnetic Resonance Imaging (MRI)

Pemindai MRI adalah tes diagnosis terbaru dan memberikan gambaran rinci tentang ‘potongan’ otak dan saraf tulang belakang, memperlihatkan area-area luka (lesi atau plak) yang mungkin ada.

Selama pemindaian dengan MRI, orang yang menjalani pemeriksaan harus berbaring tanpa bergerak di atas sebuah meja yang dimasukkan ke dalam tabung besar yang merupakan bagian dari mesin yang mengandung magnet. Orang yang melakukan pemeriksaan duduk di ruangan yang berbeda sambil mengawasi peralatan penerima gambar; akan tetapi mereka pun dapat melihat orang yang sedang menjalani pemeriksaan, biasanya melalui jendela yang besar.

Pemeriksaan MRI tidak menyakitkan, tetapi banyak orang merasakan pengalaman yang sangat tidak biasa, yaitu dapat berupa rasa takut terhadap tempat yang sempit dan gelap (klastrofobia) atau merasa berisik/gaduh. Semua ketidaknyamanan tersebut dapat dikurangi dengan pemberian obat penenang. Kadang-kadang dilakukan pula injeksi bahan kontras yang mengandung gadolinium ke dalam pembuluh darah yang dapat memperlihatkan semua area peradangan dan dapat membantu pembuatan diagnosis.

Penting untuk diingat bahwa orang yang melakukan pengujian tidak selalu dapat secara langsung memberikan umpan balik kepada anda dan gambar hasil pemindaian akan dikirim ke dokter anda untuk dianalisis.

Walaupun alat pemeriksaan ini adalah satu-satunya alat uji yang dapat menunjukkan lesi pada MS, hasil pemeriksaan tidak dapat dianggap sebagai sebuah hasil yang meyakinkan. Pemindai bisa saja tidak dapat memetakan semua lesi, terutama pada stadium awal, dan beberapa kondisi lain dapat memperlihatkan perubahan yang sama dalam sistem saraf.

MRI memperlihatkan ukuran, kuantitas, dan penyebaran lesi, dan didukung oleh bukti-bukti dari riwayat medis dan pemeriksaan saraf, maka hal ini menjadi indikator yang sangat signifikan untuk memastikan diagnosa MS. Ini menunjukkan lebih dari 95% keabnormalan dengan diagnosis klinis tertentu. MRI adalah alat yang sangat berguna dalam pemeriksaan klinis untuk menguji keandalan terapi-terapi baru, berkaitan dengan kemampuan terapi tersebut untuk menunjukkan perubahan aktivitas penyakit.


Pungsi Lumbal

Ada beberapa pengujian yang dapat dilakukan dengan cairan sum-sum tulang belakang (cairan yang mengalir di otak dan sum-sum tulang belakang), tetapi berkaitan dengan penyakit MS, yang diperiksa adalah pola-pola yang terbentuk oleh protein.

Cairan ini diambil dari sum-sum tulang belakang dengan memasukkan jarum di punggung bagian bawah. Untuk membuat kulit mati rasa maka diberikan bius lokal, dan walaupun terasa tidak nyaman, pemeriksaan ini biasanya tidak sakit.

Pemeriksaan ini mengharuskan orang yang menjalani pemeriksaan untuk tidur terlentang selama beberapa waktu, dan setelah pemeriksaan mungkin akan timbul sakit kepala sebagai efek samping dari kekurangan cairan; efek samping ini dapat dikurangi dengan segera minum setelah menjalani pemeriksaan, untuk membantu tubuh mengganti cairan sum-sum tulang belakang yang hilang. Beberapa orang membutuhkan perawatan inap di rumah sakit dan memerlukan waktu yang lebih lama untuk penyembuhan.

Protein dalam cairan sum-sum tulang belakang pada sebagian besar (90%) penderita MS membentuk pola tertentu ketika dialiri listrik, dengan demikian prosedur ini dapat memastikan diagnosis MS secara potensial. Akan tetapi, Protein cairan sum-sum tulang belakang pada penderita MS stadium awal atau MS ringan tidak selalu menunjukkan pola yang sama, dengan demikian hasilnya lagi-lagi tidak dapat dipastikan. Sering terjadi hasil MRI menjadi tidak pasti.

sumber : http://www.msif.org/

Selasa, 15 November 2011

Guillain Barre Syndrome (GBS)


Guillain Barre Syndrome
Sejarah Sindrom Guillain Barre 
Insiden pertama dan tepat Sindrom Guillain Barre dilaporkan pada tahun 1859 oleh Jean Baptiste Oktaf Landry de Thezillat.Landry de Thezillat menerbitkan sebuah laporan dari 10 pasien dengan kelumpuhan menaik.Sampai 1876 "Landry" kelumpuhan sascending "adalah istilah hanya digunakan untuk penyakit ini.
Jean-Alexander Barre, Georges Charles Guillain dengan Andre Strohl diteliti pada penyakit ini mengancam kehidupan selama Perang Dunia I. Ketiga dokter Perancis hati-hati dicatat dan ditafsirkan refleks otot pasien mereka. Mereka mengidentifikasi penyakit berhubungan dengan saraf perifer. Pada tahun 1916 mereka menerbitkan kertas pertama klasik yang komprehensif rinci tentang sindrom ini. Strohl "s kontribusi untuk penelitian itu tidak diakui, dan namanya tidak termasuk dalam 1916 makalah penelitian. Pada tahun 1927 dua dokter bekerja pada karya klasik, penyakit diakui kemudian disebut Guillain Barre Syndrome (GBS).
Saat ini ada beberapa jenis Sindrom Guillain Barre, namun bentuk yang paling umum mengorbankan orang tengah baya atau lebih tua. Tapi penyakit ini kejam tidak hanya terbatas pada, jenis kelamin usia, ras atau agama. Orang-orang dari semua kelompok umur sama-sama dipengaruhi oleh efek fatal dan parah.Guillain Barre Syndrome adalah penyakit langka dan parah. Ini terjadi setelah prosedur infeksi akut. Sindrom Guillain Barre awalnya mempengaruhi sistem saraf perifer. Biasanya itu adalah bentuk akut kelumpuhan di daerah tubuh yang lebih rendah yang bergerak ke arah ekstremitas atas dan wajah. Secara bertahap pasien kehilangan semua refleks dan berjalan melalui kelumpuhan tubuh lengkap. Guillain Barre Syndrome adalah suatu kelainan mengancam kehidupan dan memerlukan perawatan yang tepat waktu dan perawatan suportif dengan imunoglobulin intravena atau plasmaferesis. Sayangnya banyak orang kehilangan nyawa mereka tanpa perawatan medis yang tepat dan cepat. Dysautonomia dan komplikasi paru merupakan alasan dasar untuk komplikasi kematian fatal lainnya.

Guillain Barre Syndrome Penyebab
Sindrom Guillain Barre bukan penyakit menular namun mengandung efek mengancam yang sangat hidup. Pada tahun 1916 Jean-Alexander Barre, Georges Charles Guillain dicatat dan hati-hati memeriksa pasien dengan sindrom ini berakibat fatal.Mereka menerbitkan laporan penelitian mereka sebagai klasik di kelumpuhan ascending dan penyakit ini dinamai setelah kedua tesis berdedikasi dokter Prancis.
Setelah sepanjang tahun ini, penelitian konstan telah dilakukan tetapi tidak ada penyebab yang tepat untuk penyakit ini. Tidak ada teori tertentu yang menjelaskan bagaimana penyakit yang fatal ini berasal? Saat ini tidak ada yang tahu dimana enzim, hormon atau saraf pemicu Sindrom Guillain Barre. Satu-satunya bukti ilmiah yang tersedia adalah bahwa, para ilmuwan telah menemukan auto-imun sistem yang tubuh mulai menyerang tubuh dan sering disebut sebagai penyakit auto-imun.
Biasanya sel-sel dari kerusakan sistem kekebalan tubuh saja dan menyerang menyerang organisme asing. Namun dalam Sindrom Guillain Barre sistem kekebalan tubuh mulai menyerang penutup mielin yang mengelilingi akson (akson yang diperpanjang, penambahan tipis dari sel-sel saraf dan membawa sinyal saraf) dari beberapa saraf perifer. Selubung mielin di sekitar akson meningkatkan transmisi sinyal saraf dan membiarkan transmisi sinyal melalui jarak diperpanjang. Pada saraf perifer "" sindrom selubung mielin mana yang rusak atau terluka, saraf berhenti menyampaikan sinyal efektif. Ini adalah penyebab mengapa inti otot mulai kehilangan kemampuan mereka untuk merespon pada perintah otak dan otak mendapat lebih sedikit sinyal dari tubuh.
Pada tahap ini disebut Guillain Barre Syndrome, setelah mendapatkan sinyal sensorik lebih sedikit dari tubuh, pasien merasa cacat untuk nyeri, tekstur, suhu dan sensasi serupa.Sebaliknya otak menerima sinyal yang tidak tepat yang menghasilkan nyeri, dingin, sensasi kesemutan seperti merangkak kulit. Akibatnya, kelemahan otot dan sensasi kesemutan biasanya muncul di tangan dan kaki dan tumbuh menuju ekstremitas atas. Pada tahap kronis Sindrom Guillain Barre infeksi virus atau bakteri muncul, adalah mungkin bahwa virus telah diubah sifat sel-sel dalam sistem saraf dan sistem kekebalan tubuh mulai menyerang mereka sebagai sel asing.


Gejala dan Tanda
Sindrom Guillain-Barre adalah penyakit peradangan pada saraf perifer. Ini saraf perifer menyampaikan informasi sensorik seperti nyeri dan suhu. Untuk fungsi normal tubuh perintah berikut atau refleks sensorik sangat penting untuk membawa sinyal ke otak dan dari otak ke seluruh tubuh.
Otak menerima sinyal sensorik lebih sedikit dari tubuh seperti nyeri, suhu, tekstur, ketidakmampuan untuk merasakan sensasi lain. Akhirnya otot mulai kehilangan kemampuan untuk benar bereaksi pada perintah otak.Guillain Barre Syndrome adalah penyakit di mana tubuh "" s auto-imun sistem merusak sistem saraf perifer.
Para Guillain-Barre utama gejala dari sindrom ini mencakup berbagai bentuk kelemahan dan nyeri. Guillain Barre Syndrome adalah umumnya terkait dengan mati rasa atau kesemutan di kaki dan lengan, kelemahan, kemungkinan kehilangan gerakan dan perasaan di kaki, tubuh bagian atas, lengan dan wajah. Banyak pasien mengeluh sensasi kelemahan dan kesemutan di tungkai bawah atau kaki mereka. Dalam beberapa keadaan ini sensasi kelemahan, nyeri dan abnormal meluas ke tubuh bagian atas, lengan dan wajah. Gejala kronis demielinasi inflamasi dan polyradicalneuropathy mungkin berakhir pada Sindrom Guillain Barre. Ketika tanda-tanda tumbuh dalam intensitas, pengalaman pasien lambat atau gerakan otot refleks otot rendah.Namun, jika tepat waktu atau prom perawatan medis sering tidak disediakan seluruh tubuh pasien bisa lumpuh.
Guillain Barre Syndrome dianggap sebagai darurat medis dan mengancam nyawa jika tidak ditangani pada saat yang tepat. Guillain Barre Syndrome mempengaruhi sistem paru dan banyak orang mendapatkan komplikasi paru. Pasien-pasien ini berada di bawah perawatan medis yang konstan dan sering perlu respirator untuk memfasilitasi pernapasan yang tepat.Pasien menderita fluktuasi tekanan darah, pembekuan darah dan detak denyut jantung tidak teratur. Sindrom Guillain Barre memakan waktu hampir 1-2 minggu setelah tanda-tanda awal seperti infeksi virus gastrointestinal dan komplikasi pernapasan atau paru.
Orang-orang dari semua kelompok umur dan kedua jenis kelamin adalah korban mudah sindrom ini yang parah dan fatal. Masih ada ada obat atau perawatan magis untuk itu tapi tampaknya beberapa diagnosa afektif pada beberapa pasien. Jarang terjadi beberapa komplikasi medis setelah beberapa vaksinasi dan operasi dari Sindrom Guillain Barre.
Meskipun Guillain Barre Syndrome adalah kelainan fatal dan rumit dari sistem saraf perifer, namun ada banyak gejala dan tanda-tanda yang memungkinkan Anda untuk menduga penyakit ini di awal. Sindrom Guillain Barre adalah hasil dari antigen yang memperlemah sistem kekebalan tubuh.Antigen ini menular menyerang sistem saraf dan kerusakan saraf. Infeksi ini auto-imun ternyata saraf perifer peradangan blok konduksi dan mielin. Hasil utama kelumpuhan otot akan kecil. Meskipun gangguan otonom atau sensorik terjadi pada komplikasi akut. Komplikasi yang paling berat dan jelas dari penyakit Serum adalah Guillain Barre Syndrome (GBS). Sindrom Guillain Barre adalah jenis gangguan auto-imun dengan reaksi hipersensitivitas rendah.Mual, muntah, kehilangan nafsu makan, nyeri perut, migrain, demam tingkat rendah dan menggigil merupakan gejala cukup jelas GBS. Sakit kepala dan migrain biasa adalah hasil dari gangguan sistem saraf pusat. Konstan kelelahan, kelelahan dan rasa sakit di bagian belakang kepala adalah tanda-tanda awal dari Sindrom Guillain Barre.Penyakit ini awalnya muncul di ekstremitas bawah dan mempengaruhi refleks otot. Kelumpuhan pada tungkai bawah dan kaki biasanya disebut kaki karet atau kesemutan dan mati rasa di kaki. Setelah itu sindrom ini perjalanan di bagian atas dahan. Umumnya dalam rentang waktu singkat otot-otot wajah dan lengan bisa terpengaruh dan menjadi benar-benar lumpuh. Biasanya saraf kranial rendah rusak dan menyebabkan kelemahan bulbar. Ini mempengaruhi menelan dan bernapas menghasilkan air liur konstan.Dalam kasus akut pasien Sindrom Guillain Barre mengeluh disfungsi kandung kemih sementara. Indikasi jelas dari GBS adalah rasa sakit; itu sangat mirip dengan sakit yang Anda dapatkan setelah latihan di atas atau joging.


Diagnosis
Konstan sakit parah pada otot dan demam ringan adalah gejala umum dari Sindrom Guillain Barre. Biasanya ada tanda-tanda lain seperti fluktuasi hipotensi, hipertensi dan tidak biasa ortostatik tekanan darah. Prosedur medis yang segera memastikan pemulihan sistem yang cepat dan komplikasi lebih sedikit. Namun Jika Anda memulai perawatan pada akhir atau pada tahap yang rumit maka kemungkinan pemulihan sangat rendah. Sukses dari setiap Diagnosis Sindrom Guillain Barre tergantung pada laporan medis dan temuan seperti kelumpuhan otot yang berkembang pesat, tidak adanya demam, insiden pro-aktif mungkin dan areflexia.Biasanya CSF dan ECD adalah pengobatan yang paling umum digunakan untuk mengkonfirmasi dan menyembuhkan penyakit. Kadang perawatan ini gagal untuk mendeteksi gejala awal Sindrom Guillain Barre. Umumnya setelah seminggu atau dua pasien mengenali tanda dan kemudian melaporkan sindrom. Saat ini tidak ada obat yang efektif untuk Sindrom Guillain Barre. Meskipun ada banyak prosedur medis mungkin untuk mendiagnosa, yang dapat membantu dalam mengurangi aspek fatal penyakit ini parah.

CSF
CSF sering digunakan dan cukup berhasil untuk temuan dan bukti-bukti Sindrom Guillain Barre.Rata-rata CSF temuan berisi informasi dan rincian albumino-sitologi disosiasi. Dibandingkan dengan gejala infeksi, CSF adalah protein tingkat tinggi 100 - 1000 mg / dL bukan pleositosis tambahan. Penggunaan terus menerus pleositosis dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi. Penelitian telah membuktikan bahwa kuantitas tinggi protein dan pleositosis dalam CSF adalah penting untuk difusi sel darah putih dalam myelin. Pada tahap awal Sindrom Guillain Barre obat anti-inflamasi dan obat penghilang rasa sakit dikombinasikan untuk menawarkan bantuan instan sakit parah. Seringkali dokter menyarankan pengencer darah untuk mengontrol dan mencegah penggumpalan darah.

Guillain Barre Syndrome Perawatan
Saat ini tidak ada tes yang tepat untuk Sindrom Guillain Barre, diagnosis dilakukan dengan berbagai laporan klinis dan temuan medis. Prosedur ini sering disebut sebagai elektromiografi dan modifikasi karakteristik dari cairan tulang belakang atau dari pungsi lumbal. Meskipun tidak ada pengobatan yang tepat untuk sindrom Guillain Barre, dokter meresepkan pengobatan mendorong sedikit.
Namun itu sangat signifikan untuk memulai terapi prompt, pengobatan tepat waktu menjamin pemulihan sistem yang cepat, sering kecepatan sedikit rawat inap sampai pemulihan.
Pengobatan Sindrom Guillain Barre awal adalah bahwa plasmaferesis mendetoksifikasi darah untuk menghilangkan antigen asing atau plasma yang mendapat dipulihkan oleh solusi albumin atau zat buatan alternatif. Pertukaran plasma pengobatan dan globulin serum imun atau IVIG intravena telah menunjukkan hasil yang positif. Pengobatan ini berhasil digunakan dan sangat mempersingkat waktu pemulihan sekitar 50%.
Perlakuan umum dan baru lainnya melibatkan injeksi intravena gamma globulin yang menghambat reseptor dan antibodi yang menyerang saraf perifer. Biasanya cedera saraf membutuhkan waktu lebih lama untuk memulihkan.
Pertukaran plasma mengandung risiko komplikasi yang lebih sedikit dan globulin serum meskipun intravena kekebalan sederhana untuk mengelola dan memiliki hasil yang lebih menggembirakan dengan komplikasi lebih sedikit dan efek samping yang kurang.
Mayoritas pasien Sindrom Guillain Barre mendapatkan kembali semua pemulihan otot fungsional mereka dalam satu tahun. Meskipun ada 3-4% kasus yang menjadi kronis dan pasien mendapatkan kelumpuhan yang parah mempengaruhi otot-otot mereka yang buang dan sering kehilangan kehidupan mereka. Bulan terapi fisik yang intensif sangat penting bahkan jika proses pemulihan tampaknya sangat lambat dan sia-sia.

Faktor Resiko GBS
Ada banyak faktor risikoumum yang terkait denganGuillain Barre Syndrome seperti HIV (virus penyebab AIDS), Mononucleosis dan Hodgkin "s penyakit. Beberapa faktor risiko lain adalah kegagalan pernapasan, kelumpuhan otot pernapasan, kelumpuhan lengkap, kelemahan otot permanen, Dysautonomia, mati rasa permanen, dan serangan berulang dari Sindrom Guillain Barre. Ada beberapa kesamaan yang signifikan antara pasien yang diobati dengan plasma atau pertukaran darah dan pasien dengan Sindrom Guillain Barre oleh globulin imun intravena dengan dosis kombinasi metilprednisolon. Akibatnya dianjurkan bahwa pengobatan fluktuasi klinis yang terkait dapat menyebabkan serangan kekebalan diperpanjang, mungkin melakukan lebih banyak kerusakan terhadap kondisi yang sudah buruk. Namun tetap saja tidak mengidentifikasi bahwa fluktuasi yang terkait untuk modalitas pengobatan.

Komplikasi GBS
Tanda awal dari Sindrom Guillain Barre adalah seri awal dari sakit kepala, demam, muntah, punggung dan nyeri anggota badan bawah yang akhirnya berubah menjadi kelumpuhan.Pada pasien kesemutan minggu pengalaman pertama dan kesemutan diikuti oleh kelemahan lengkap. Umumnya kelumpuhan adalah menaik meskipun seringkali itu progresif dan mempengaruhi seluruh empat anggota badan dalam waktu yang singkat.
Intensitas penyakit bervariasi pada individu, namun ada beberapa komplikasi yang terjadi selama Sindrom Guillain Barre menyebar seperti kelumpuhan terhadap sistem paru menyebabkan kegagalan pernafasan dan sering pasien diletakkan pada ventilator terus menerus untuk fungsi paru yang tepat.
Sekitar 30% dari pasien mengalami komplikasi paru yang fatal. Dalam beberapa kasus-kasus kronis Sindrom Guillain Barre orang mungkin kehilangan otot dengan kelumpuhan konstan.Kemungkinan komplikasi fatal dapat memicu kelemahan yang parah dan kambuh otot yang terjadi bahkan setelah 3-5 tahun serangan Sindrom Guillain Barre awal. Komplikasi pengalaman beberapa pasien seperti polyradicalneuropathy demielinasi inflamasi kronis, sebelumnya itu juga diakui sebagai Sindrom Guillain Barre tapi sekarang itu diidentifikasi sebagai CIDP atau polyradicalneuropathy demielinasi inflamasi kronis. Statistik mengungkapkan bahwa setelah semua perawatan intensif, dukungan medis yang segera 5% dari pasien Sindrom Guillain Barre mati. Statistik secara keseluruhan menunjukkan bahwa pasien 80% bertahan dari mematikan mempengaruhi penyakit ini saraf akut dan sembuh total atau mendapatkan sensasi tidak patut sedikit seperti kesemutan atau mati rasa bahkan setelah bertahun-tahun serangan pertama.

Prognosis GBS
Guillain Barre Syndrome adalah penyakit autoimun yang langka yang merusak saraf perifer, awalnya kelemahan otot adalah gejala umum yang mengarah untuk menyelesaikan kelumpuhan.Ini adalah penyakit yang merusak seperti tiba-tiba mengambil seluruh tubuh dalam cengkeraman, tanda-tanda awal adalah nyeri, kesemutan, sensasi yang tidak pantas dan kelumpuhan naik di kaki. Guillain Barre Syndrome adalah penyakit yang luar biasa sebagai pasien dan keluarga mendapatkan terkejut pada serangan cepat pada tubuh.
Mayoritas pasien mencapai tahap kelemahan maksimum sekitar setelah 2-3 minggu sejak tanda-tanda awal muncul, karena pada akhir minggu 3-4 90% dari Sindrom Guillain Barre menjadi lemah dan hampir tidak bergerak. Namun ada perbedaan-perbedaan yang ditemukan dalam periode pemulihan, beberapa orang beruntung menunjukkan waktu pemulihan cepat dan lebih baik dalam beberapa minggu. Sementara untuk beberapa waktu pemulihan dapat berlangsung selama beberapa tahun.
Hampir 30% pasien mengalami efek terburuk seperti kelemahan sisa bahkan setelah 3-5 tahun Sindrom Guillain Barre.
Sekitar 3% menderita kerusakan otot, sensasi kesemutan dan kelemahan konstan bahkan setelah bertahun-tahun serangan awal.
Para ilmuwan berfokus pada menemukan perawatan inovatif untuk Sindrom Guillain Barre dan merevolusi pengobatan yang ada. Para ilmuwan juga mencari untuk mengeksplorasi cara baru untuk menemukan sel-sel dalam sistem kekebalan yang mulai dan bertanggung jawab untuk penyakit saraf.

Perawatan Pasien GBS
Sejak Guillain Barre Syndrome adalah penyakit yang mengancam langka dan kehidupan (umumnya dicirikan sebagai neuro-otot yang parah kelumpuhan), pengamatan yang cermat dari riwayat pasien sangat penting. Pola penyakit, pengobatan yang ada, asuhan keperawatan, selain pilihan dari panduan instruksi pasien diterbitkan untuk pasien dengan Sindrom Guillain Barre adalah data penting. Tujuan dasar adalah untuk memberikan fakta dan informasi tentang Sindrom Guillain Barre, terutama menerima dan berurusan dengan penyakit yang sesuai, menciptakan kesadaran di antara pasien dan keluarga mereka, dan akhirnya menawarkan lebih analisis mendalam untuk unit perawatan kesehatan. Terlepas dari kemungkinan yang fatal memicu mempengaruhi Sindrom Guillain Barre, masih ada harapan dan hasilnya cukup menggembirakan.
Indikasi atau tanda-tanda mungkin berbeda dalam individu dari kesemutan mati rasa dengan kelelahan atau kelelahan untuk menyelesaikan kelumpuhan. Ventilasi mekanis diperlukan pada tahap lumpuh lengkap. Setelah diagnosis pasien umumnya dirawat dengan immune globulin intravena yang jauh berkurang waktu penyakit. Meskipun perawat Neuroscience membuat perbedaan nyata dalam pemulihan fungsional penuh pasien Sindrom Guillain Barre mengantisipasi kemungkinan komplikasi dan mengurus kebutuhan mereka khusus dan darurat selama waktu yang paling sulit dari fase pemulihan mereka. Meskipun dari perawatan fisik, itu penting untuk mengajar dan mendukung pasien dan keluarga.
Berikut adalah beberapa poin keperawatan bagi pasien dan keluarga mereka.
1.  Pengobatan rumit dan investigasi.
2.  Pasien harus terus dipantau untuk kemampuan pernapasan memuaskan.
3.  Konstan pemantauan EKG.
4.  Perawatan suportif meneliti dan menentukan pasien "gelar kelumpuhan.
5.  Dalam beberapa minggu, kelumpuhan akan mulai mengurangi, biasanya dan awal dari kepala menuju ekstremitas bawah.
6.  Efek residu yang luar biasa, kecuali diperpanjang flaccid paralysis dapat berkembang menjadi kelemahan otot yang membutuhkan pengobatan fisik dan rehabilitasi.
Pemeriksaan GBS
Ada beberapa tes yang biasanya dilakukan untuk mendapatkan temuan yang akurat Sindrom Guillain Barre. Tes ini meliputi tes refleks, pemeriksaan fisik, tes protein CSF t dengan pungsi lumbal, pungsi lumbal, tes antibodi darah, tes NCV(kecepatan konduksi saraf) dan tes fungsi saraf banyak. 
Pengobtan GBS
Saat ini tidak ada pengobatan yang tepat yang tersedia namun para ilmuwan sedang mencari cara-cara baru dan inovatif untuk penyembuhan penyakit ini fatal. Mayoritas pasien Sindrom Guillain Barre mengalami komplikasi paru atau gangguan saluran pencernaan. Infeksi saluran pernapasan adalah masalah mengancam kehidupan dan perlu rawat inap segera.Immunoglobin intravena dan Plasmapheresis umumnya diberikan untuk mengurangi keparahan Sindrom Guillain Barre dan untuk pemulihan fungsional cepat penuh.
Pengobatan alami Sindrom Guillain Barre bersikeras pada mengobati kerusakan saraf yang memicu kesemutan atau kelumpuhan. Ada beberapa obat-obatan herbal seperti Trayodashang-Guggulu, Panch Tikta Ghrut Guggulu, Kaishor Guggulu, dan Yograj Guggulu yang jarang digunakan atau mengobati gejala Sindrom Guillain Barre.
Obat-obatan alami atau herbal memakan waktu lebih lama untuk mengobati penyakit dan sering pasien membutuhkan perawatan segera jadi opsi terbaik jelas adalah dukungan medis lengkap dengan perawatan yang tepat belum lagi dukungan darurat ventilator. Oleh karena itu adalah penyakit fatal dan dapat menyebabkan kematian mendadak akibat kegagalan paru.
Cara terbaik adalah untuk memberikan dukungan terbaik untuk rawat inap pasien untuk menghindari komplikasi lebih lanjut bukan mengandalkan pada pengobatan alami.

sumber www.guillainbarresyndrome.net/
berbagai sumber


INFO KESEHATAN © 2008. Design by :vio Templates Sponsored by: gold bola