Selasa, 01 Juni 2010

Diabetes Mellitus

Nama lengkap diabetes adalah diabetes mellitus yang berarti "gula madu". Istilah "diabetes melitus" berasal dari Bahasa Yunani yang jika diterjemahkan berarti "mengalirkan melalui pipa dengan tekanan atmosfer" dan dari Bahasa Latin yang dapat diterjemahkan menjadi "semanis madu".
Pengertian dari Bahasa Yunani dan Latin menggambarkan diabetes dengan tepat. Karena air melewati tubuh penderita diabetes seolah-olah dialirkan dari mulut lewat saluran kemih dan langsung keluar dari tubuh. Air seni diabetisi (pengidap diabetes) rasanya manis karena mengandung gula. Dulu, salah satu tes untuk diabetes ialah dengan menuangkan air seni sang pasien ke dekat sarang semut. Jika serangga itu mengerumuni air seni, hal ini menunjukkan adanya gula. Itu sebabnya diabetes sering disebut sebagai penyakit kencing manis.

Apa itu Diabetes?

Setiap makanan yang kita santap akan diubah menjadi energi oleh tubuh. Dalam lambung dan usus, makanan diuraikan menjadi beberapa elemen dasarnya, termasuk salah satu jenis gula, yaitu glukosa. Jika terdapat gula, maka pankreas menghasilkan insulin, yang membantu mengalirkan gula ke dalam sel-sel tubuh. Kemudian, gula tersebut dapat diserap dengan baik dalam tubuh dan dibakar untuk menghasilkan energi.
Indonesia menempati peringkat empat negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia
Ketika seseorang menderita diabetes maka pankreas orang tersebut tidak dapat menghasilkan cukup insulin untuk menyerap gula yang diperoleh dari makanan. Itu yang menyebabkan kadar gula dalam darah menjadi tinggi akibat timbunan gula dari makanan yang tidak dapat diserap dengan baik dan dibakar menjadi energi. Penyebab lain adalah insulin yang cacat atau tubuh tidak dapat memanfaatkan insulin dengan baik.
Insulin adalah hormon yang dihasilkan pankreas, sebuah organ di samping lambung. Hormon ini melekatkan dirinya pada reseptor-reseptor yang ada pada dinding sel. Insulin bertugas untuk membuka reseptor pada dinding sel agar glukosa memasuki sel. Lalu sel-sel tersebut mengubah glukosa menjadi energi yang diperlukan tubuh untuk melakukan aktivitas. Dengan kata lain, insulin membantu menyalurkan gula ke dalam sel agar diubah menjadi energi. Jika jumlah insulin tidak cukup, maka terjadi penimbunan gula dalam darah sehingga menyebabkan diabetes.
Penyebab penyakit kencing manis atau diabetes tergantung pada jenis diabetes yang diderita. Ada 2 jenis diabetes yang umum terjadi dan diderita banyak orang yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Perbedaannya adalah jika diabetes tipe 1 karena masalah fungsi organ pankreas tidak dapat menghasilkan insulin, sedangkan diabetes tipe 2 karena masalah jumlah insulin yang kurang bukan karena pankreas tidak bisa berfungsi baik.

Diabetes Tipe 1

Penyakit diabetes tipe 1 sering disebut Insulin Dependent Diabetes Mellitus atau Diabetes Mellitus yang Bergantung pada Insulin. Jadi diabetes tipe 1 berkaitan dengan ketidaksanggupan pankreas untuk membuat insulin. Jadi diabetes tipe ini berkaitan dengan kerusakan atau gangguan fungsi pankreas menghasilkan insulin.
Penderita penyakit diabetes tipe 1 sebagian besar terjadi pada orang di bawah umur 30 tahun. Itu sebabnya penyakit ini sering dijuluki diabetes anak-anak karena penderitanya lebih banyak terjadi pada anak-anak dan remaja. Pada diabetes tipe 1, pankreas tidak dapat menghasilkan cukup insulin akibat kelainan sistem imun tubuh yang menghancurkan sel yang menghasilkan insulin atau karena infeksi virus sehingga hormon insulin dalam tubuh berkurang dan mengakibatkan timbunan gula pada aliran darah.

Penyebab Diabetes Tipe 1

Pada diabetes tipe 1, pankreas tidak dapat menghasilkan cukup insulin. Karena kekurangan insulin menyebabkan glukosa tetap ada di dalam aliran darah dan tidak dapat digunakan sebagai energi. Beberapa penyebab pankreas tidak dapat menghasilkan cukup insulin pada penderita diabetes tipe 1, antara lain karena:
  • Faktor keturunan atau genetika. Jika salah satu atau kedua orang tua menderita diabetes, maka anak akan berisiko terkena diabetes.
  • Autoimunitas yaitu tubuh alergi terhadap salah satu jaringan atau jenis selnya sendiri—dalam hal ini, yang ada dalam pankreas. Tubuh kehilangan kemampuan untuk membentuk insulin karena sistem kekebalan tubuh menghancurkan sel-sel yang memproduksi insulin.
  • Virus atau zat kimia yang menyebabkan kerusakan pada pulau sel (kelompok-kelompok sel) dalam pankreas tempat insulin dibuat. Semakin banyak pulau sel yang rusak, semakin besar kemungkinan seseorang menderita diabetes.

Perawatan Diabetes Tipe 1

Karena pankreas kesulitan menghasilkan insulin, maka insulin harus ditambahkan setiap hari. Umumnya dengan cara suntikan insulin. Apakah bisa dengan perawatan secara oral? Tidak bisa, karena insulin dapat hancur dalam lambung bila dimasukkan lewat mulut.
Cara lain adalah dengan memperbaiki fungsi kerja pankreas. Jika pankreas bisa kembali berfungsi dengan normal, maka pankreas bisa memenuhi kebutuhan insulin yang dibutuhkan tubuh.

Diabetes Tipe 2

Penyakit diabetes tipe 2 sering juga disebut Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus atau Diabetes Mellitus Tanpa Bergantung pada Insulin. Berbeda dengan diabetest tipe 1, pada tipe 2 masalahnya bukan karena pankreas tidak membuat insulin tetapi karena insulin yang dibuat tidak cukup. Kebanyakan dari insulin yang diproduksi dihisap oleh sel-sel lemak akibat gaya hidup dan pola makan yang tidak baik. Sedangkan pankreas tidak dapat membuat cukup insulin untuk mengatasi kekurangan insulin sehingga kadar gula dalam darah akan naik.
Diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang sebagian besar diderita. Sekitar 90% hingga 95% penderita diabetes menderita diabetes tipe 2. Jenis diabetes ini paling sering diderita oleh orang dewasa yang berusia lebih dari 30 tahun dan cenderung semakin parah secara bertahap.

Penyebab Diabetes Tipe 2

Penyebab diabetes tipe 2 karena insulin yang dihasilkan oleh pankreas tidak mencukupi untuk mengikat gula yang ada dalam darah akibat pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat. Beberapa penyebab utama diabetes tipe 2 dapat diringkaskan sebagai berikut:
  • Faktor keturunan, apabila orang tua atau adanya saudara sekandung yang mengalaminya.
  • Pola makan atau gaya hidup yang tidak sehat. Banyaknya gerai makanan cepat saji (fast food) yang menyajikan makanan berlemak dan tidak sehat.
  • Kadar kolesterol yang tinggi.
  • Jarang berolahraga.
  • Obesitas atau kelebihan berat badan.
Semua penyebab diabetes tipe 2 umumnya karena gaya hidup yang tidak sehat. Hal ini membuat metabolisme dalam tubuh yang tidak sempurna sehingga membuat insulin dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik. Hormon insulin dapat diserap oleh lemak yang ada dalam tubuh. Sehingga pola makan dan haya hidup yang tidak sehat bisa membuat tubuh kekurangan insulin.

Perawatan Diabetes Tipe 2

Perawatan diabetes tipe 2 adalah dengan memaksa fungsi kerja pankreas sehingga dapat menghasilkan insulin lebih banyak. Jika pankreas bisa menghasilkan insulin yang dibutuhkan tubuh, maka kadar gula dalam darah akan menurun karena dapat diubah menjadi energi. Dalam banyak kasus, dapat diobati dengan minum pil, paling tidak pada awalnya, untuk merangsang pankreas agar menghasilkan lebih banyak insulin. Pil itu sendiri bukan insulin.
Namun pankreas bisa lelah menghasilkan insulin jika terus menerus dipaksa. Cara terbaik untuk mengatasi diabetes tipe 2 adalah dengan diet yang baik untuk mengurangi berat badan dan kadar gula, disertai dengan gerak badan yang sesuai.

Gejala Diabetes

Karena kekurangan insulin dan memiliki kadar gula yang tinggi dalam darah, maka beberapa gejala yang umum bagi penderita diabetes baik tipe 1 maupun tipe 2. Apabila Anda mengalami beberapa gejala tersebut, ada baiknya Anda melakukan pengecekan untuk mengetahui kadar gula darah. Secara umum, beberapa gejala yang terjadi antara lain:
  • Sering buang air kecil
  • Sering merasa sangat haus
  • Sering lapar karena tidak mendapat cukup energi sehingga tubuh memberi sinyal lapar
  • Penurunan berat badan secara tiba-tiba meski tidak ada usaha menurunkan berat badan. Hal ini karena sewaktu tubuh tidak dapat menyalurkan gula ke dalam sel-selnya, tubuh membakar lemak dan proteinnya sendiri untuk mendapatkan energi.
  • Sering kesemutan pada kaki atau tangan.
  • Mengalami masalah pada kulit seperti gatal atau borok.
  • Jika mengalami luka, butuh waktu lama untuk dapat sembuh.
  • Perubahan perilaku seperti mudah tersinggung. Penyebabnya karena penderita diabetes tipe 1 sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil sehingga tidak dapat tidur nyenyak.
  • Mudah merasa lelah.

Apakah Anda Terkena Diabetes?

Meski gejala-gejala tadi bisa menunjukkan seseorang menderita diabetes, namun cara terbaik untuk memastikan apakah Anda mengidap diabetes atau tidak adalah dengan melakukan pengecekan. Apa saja yang bisa dilakukan untuk mengetahui apakah Anda menderita diabetes? Berikut ini beberapa alternatif yang bisa Anda lakukan baik secara pribadi atau tes di klinik.

Berapa kadar gula yang normal?

Kadar gula setelah puasa:
Normal: di bawah 100 mg/dl
Pradiabetes: 100 - 126 mg/dl
Diabetes: di atas 126 mg/dl

Kadar gula 2 jam setelah makan:
Normal: di bawah 140 mg/dl
Pradiabetes: 140 - 200 mg/dl
Diabetes: di atas 200 mg/dl

Tes darah

Biasa dilakukan di laboratorium, yang dites adalah darah saat puasa dan postprandial. Sebelum melakukan tes, Anda harus berpuasa selama 12 jam. Kadar gula yang normal selama berpuasa adalah di bawah 100 mg/dl. Setelah itu, pengambilan darah akan dilakukan kembali 2 jam setelah makan, bila hasilnya diatas 140 mg/dl dapat berarti Anda menderita diabetes.

Tes Urine

Urine atau air kencing diperiksa kadar albumin, gula dan mikroalbuminurea untuk mengetahu apakah seseorang menderita penyakit ini atau tidak. Tes ini juga dilakukan di laboratorium atau klinik.

Glukometer

Tes ini dapat dilakukan sendiri di rumah bila memiliki alatnya. Caranya adalah dengan menusukkan jarum pada jari untuk mengambil sampel darah. Kemudian sampel darah diletakkan ke dalam celah yang tersedia pada mesin glukometer. Hasilnya tidak terlalu akurat, tetapi dapat digunakan untuk memantau gula bagi penderita agar apabila ada indikasi gula tinggi dapat segera melakukan pengecekan di laboratorium dan menghubungi dokter. Alat glukometer terkini sudah dirancang begitu mudah digunakan dan tidak menimbulkan rasa sakit saat mengambil sampel darah.

Bahaya Diabetes

Berikut ini beberapa bahaya serius yang diakibatkan diabetes.
  • Komplikasi Jangka Panjang

    Diabetes dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang seperti serangan jantung, stroke, kebutaan akibat glukoma, penyakit ginjal, dan luka yang tidak dapat sembuh hingga infeksi sehingga harus diamputasi. Bahkan taraf yang paling mengerikan adalah kematian. Komplikasi-komplikasi ini disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah, kerusakan saraf, dan ketidaksanggupan tubuh melawan infeksi. Namun, tidak semua penderita diabetes mengalami masalah-masalah jangka panjang ini.
  • Hipoglikemia

    Walaupun tidak baik bila kadar gula tinggi, tetapi seorang penderita diabetes mellitus atau kencing manis ini dapat pula secara tiba-tiba mengalami gula darah yang sangat rendah di bawah ambang normal yang disebut hipoglikemia. Ini juga sangat berbahaya karena dapat membuat penderitanya gemetar, berkeringat, lelah, lapar, gampang tersinggung, atau bingung atau detak jantung cepat sekali, pandangan kabur, nyeri kepala, tubuh kebas, atau kesemutan di sekitar mulut dan bibir. Bahkan bisa kejang-kejang atau pingsan. Sering kali, menu makanan yang tepat dan waktu makan yang teratur dapat mencegah timbulnya problem-problem itu. Mengkonsumsi glukosa, misalnya sari buah atau tablet glukosa, dapat menaikkan kembali kadar gula darah ke tingkat yang lebih aman hingga makanan lain dapat dikonsumsi.
  • Ketoasidosis

    Jika glukosa tidak dapat diolah dengan baik oleh tubuh, maka lemak dan protein dalam tubuh dimanfaatkan oleh tubuh untuk dijadikan energi. Namun saat tubuh membakar lemak, terbentuklah sisa pembakaran yang disebut keton. Keton menumpuk dalam darah dan mengalir ke dalam air seni. Karena keton ini lebih asam daripada jaringan tubuh yang sehat, kadar keton yang tinggi dalam darah dapat menyebabkan terjadinya kondisi serius yang disebut ketoasidosis. Gejala awal dari ketoasidosis diabetikum adalah rasa haus dan sering kencing, mual, muntah, lelah dan nyeri perut (terutama pada anak-anak). Pernafasan menjadi dalam dan cepat karena tubuh berusaha untuk memperbaiki keasaman darah. Bau nafas penderita tercium seperti bau aseton. Ketoasidosis diabetikum bisa berkembang menjadi koma, kadang dalam waktu hanya beberapa jam.

Cegah dan Kendalikan Diabetes

Mengingat bahaya dan komplikasi yang dapat disebabkan penyakit diabetes, maka menghindari atau mengendalikan kadar gula yang tinggi adalah cara terbaik. Bagaimana caranya?
  • Menurunkan berat badan. Lemak dalam tubuh dapat menyerap insulin.
  • Hindari makanan berlemak, diawetkan atau goreng-gorengan. Sebaliknya, pilih makanan yang berserat tinggi dan glukosa kompleks.
  • Kurangi makanan manis atau yang berkalori tinggi yang mengandung banyak glukosa.
  • Minum banyak air.
  • Berolahraga secara teratur.
  • Hindari stres.
  • Hindari alkohol atau softdrink.
  • Hindari merokok. Penderita diabetes yang merokok bahkan lebih berisiko, karena kebiasaan mereka merusak jantung serta sistem sirkulasi, dan mempersempit pembuluh darah. Sebuah referensi menyatakan bahwa 95 persen amputasi yang berkaitan dengan diabetes dilakukan pada para perokok.
  • Minum obat yang dianjurkan dokter untuk menurunkan kadar gula.
  • Bagi penderita diabetes tipe 1, pemberian insulin secara teratur perlu diberikan melalui terapi insulin.
Obat penyembuh diabetes memang tidak ada, tetapi dengan mengendalikan gula dalam darah, seseorang dapat terhindar dari bahaya penyakit ini. Mengubah pola makan dan gaya hidup menjadi lebih baik dan lebih sehat harus dijalankan. Orang-orang yang menduga bahwa dirinya menderita diabetes hendaknya memeriksakan diri ke dokter yang telah berpengalaman dalam pencegahan dan penanganan penyakit diabetes.

LUPUS

Penyakit Lupus secara umum merupakan kelainan yang bersifat kronik pada masalah imunitas tubuh. Manusia memiliki sistem kekebalan tubuh yang berfungsi untuk menyerang benda asing, virus, bakteri atau kuman yang dapat menyebabkan penyakit. Tetapi, pada penderita penyakit Lupus, sistem kekebalan yang harusnya berfungsi sebagai pelindung tubuh mengalami kelainan. Tubuh tidak dapat membedakan antara benda asing yang harus dimusnahkan dengan jaringan tubuh sendiri yang bermanfaat untuk kelangsungan hidup.
Akibatnya, yang diserang adalah jaringan tubuh sendiri dan menyebabkan kerusakan pada organ tubuh seperti pada paru-paru, darah, kulit, ginjal, otak, jantung, dan lainnya. Kerusakan pada organ tubuh vital selanjutnya menyebabkan penderita Lupus yang disebut Odapus semakin lemah dan sakit.

Jenis Lupus

Beberapa jenis penyakit Lupus ada yang berbahaya dan ada juga yang kurang berbahaya. Tidak semua penyakit Lupus menyerang organ vital. Ada juga yang hanya menyerang jaringan kulit. Berikut ini beberapa jenis penyakit Lupus.
  • Systemic Lupus Erythematosus (SLE)

    SLE dalam Bahasa Indonesia disebut sebagai Lupus Eritematosus Sistemik (LES). Penyakit ini sangat berbahaya karena menyerang organ dalam tubuh yang vital. Eritematosus sendiri berarti kemerahan. Itu adalah karakteristik penyakit ini yaitu ada tanda atau bercak kemerahan.
  • Dicoid Lupus

    Jenis Lupus ini hanya menyerang kulit. Biasanya muncul bercak merah pada kulit.
  • Drug Induced Lupus

    Penyakit Lupus ini dipicu karena mengkonsumsi obat-obatan tertentu.

Gejala dan Deteksi Lupus

Gejala penyakit Lupus bisa berbeda-beda pada tiap penderitanya. Itu sebabnya seseorang yang menderita penyakit ini sulit mendeteksi penyakit tersebut. Bahkan, gejalanya dapat menyerupai gejala penyakit lain.
Hal ini disebabkan karena organ tubuh yang diserang bisa berbeda pada tiap penderitanya. Misalnya, bila yang diserang adalah darah, maka gejalanya mirip dengan orang yang menderita anemia. Bila yang diserang mulut, maka penderita dapat mengalami sariawan yang berkepanjangan yang dapat dianggap sebagai gejala kekurangan vitamin C.
Beberapa gejala yang umum pada penyakit ini adalah munculnya bercak merah pada hidung dan kedua pipi membentuk seperti kupu-kupu yang disebut butterfly rash. Bercak dapat pula terjadi pada tubuh. Dalam tahap lanjut, penyakit ini dapat menyebabkan kerontokan rambut, rasa lelah yang berlebihan, kerusakan pada organ tubuh. Penderita Lupus mengalami gejala seperti pada orang yang menderita kanker.
Maka, cara mengetahui apakah seseorang tersebut menderita Lupus atau tidak yaitu dengan melakukan tes antinuclear antibodies (ANA). Jika hasil tes positif maka kemungkinan besar orang tersebut mengidap penyakit Lupus.http://kumpulan.info/sehat/artikel-kesehatan/48-artikel-kesehatan/267-penyakit-lupus.html

Penyebab Penyakit Lupus

Lupus bukanlah penyakit menular dan sebagian besar penderitanya adalah wanita pada usia produktif sehingga sering dianggap penyakit wanita. Faktor keturunan bukan sebagai penyebab langsung penyakit ini. Walau mungkin, dari orang tua diperoleh gen yang abnormal yang berpotensi untuk penyakit ini, tetapi ada faktor lain sehingga penyakit ini dapat terjadi. Dugaan para ahli tentang penyebab penyakit ini adalah karena faktor hormon, tetapi belum diketahui hormon mana penyebabnya.

Pengobatan pada Odapus

Untuk mengobati Odapus atau penderita penyakit Lupus adalah dengan mengurangi keluhan sakit akibat kerusakan organ tubuh. Pengobatan dilakukan dengan upaya khusus agar penyakit ini tidak menyerang organ tubuh lainnya yang dapat menyebabkan keluhan lebih parah akibat komplikasi.
Perlu diperhatikan juga faktor lingkungan yang dapat memperparah keadaan odapus. Misalnya dengan mengontrol makanan, mencegah agar tidak stres, pemilihan bila harus menggunakan obat-obatan, serta mencegah agar kulit tidak secara langsung terkena sinar matahari yang mengandung UV.

Bantuan untuk Odapus

Karena tidak menular, Anda tidak perlu kuatir bila harus berhubungan dengan penderita penyakit Lupus. Sebaliknya, Anda dapat membantunya dengan memberi dukungan dalam bentuk perhatian dan membantu agar penderita bisa menerima keadaan sehingga tidak menjadi stres.
Penyakit ini merupakan pertarungan seumur hidup. Karena jangka waktu yang cukup lama, banyak Odapus (penderita Lupus) maupun anggota keluarga menjadi stres menghadapinya.
Namun penyakit ini bisa dihadapi. Banyak yang juga berhasil menghadapi penyakit Lupus. Selalu komunikasikan dengan dokter mengenai penyakit ini. Dukung Odapus agar mereka lebih terbuka pikirannya dan tidak menjadi takut berlebihan karena dapat memperburuk kondisi Odapus. Coba untuk memiliki rasa humor karena itu bisa membantu. Penyakit bukan hal yang lucu, tetapi kita harus mencoba untuk tetap memiliki rasa humor agar tidak terlalu stres.
Dukungan juga dapat diberikan pada anggota keluarga Odapus, karena dibutuhkan kesabaran untuk merawat penderita penyakit Lupus. Karena penyakit ini bersifat menahun bahkan dapat seumur hidup. Jangan menyerah jika Anda atau anggota keluarga ada yang menderita Lupus.

Kanker Serviks



Kanker serviks atau kanker leher rahim (sering juga disebut kanker mulut rahim) merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak terjadi bagi kaum wanita. Setiap satu jam, satu wanita meninggal di Indonesia karena kanker serviks atau kanker leher rahim ini. Fakta menunjukkan bahwa jutaan wanita di dunia terinfeksi HPV, yang dianggap penyakit lewat hubungan seks yang paling umum di dunia.
Di Indonesia, setiap satu jam, satu wanita meninggal karena kanker serviks
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), infeksi ini merupakan faktor risiko utama kanker leher rahim. Setiap tahun, ratusan ribu kasus HPV terdiagnosis di dunia dan ribuan wanita meninggal karena kanker serviks, yang disebabkan oleh infeksi itu. Mengingat fakta yang mengerikan ini, maka berbagai tindakan pencegahan dan pengobatan telah dibuat untuk mengatasi kanker serviks atau kanker leher rahim.

Kanker serviks atau kanker leher rahim terjadi di bagian organ reproduksi seorang wanita. Leher rahim adalah bagian yang sempit di sebelah bawah antara vagina dan rahim seorang wanita. Di bagian inilah tempat terjadi dan tumbuhnya kanker serviks. Apa penyebab kanker serviks atau kanker leher rahim? Bagaimana cara pencegahannya? Serta bagaimana cara mengatasinya jika sudah terinfeksi HPV?

HPV

Kanker serviks disebabkan infeksi virus HPV (human papillomavirus) atau virus papiloma manusia. HPV menimbulkan kutil pada pria maupun wanita, termasuk kutil pada kelamin, yang disebut kondiloma akuminatum. Hanya beberapa saja dari ratusan varian HPV yang dapat menyebabkan kanker. Kanker serviks atau kanker leher rahim bisa terjadi jika terjadi infeksi yang tidak sembuh-sembuh untuk waktu lama. Sebaliknya, kebanyakan infeksi HPV akan hilang sendiri, teratasi oleh sistem kekebalan tubuh.

Penyebab dan Gejala Kanker Serviks

Kanker serviks menyerang daerah leher rahim atau serviks yang disebabkan infeksi virus HPV (human papillomavirus) yang tidak sembuh dalam waktu lama. Jika kekebalan tubuh berkurang, maka infeksi HPV akan mengganas dan bisa menyebabkan terjadinya kanker serviks. Gejalanya tidak terlalu kelihatan pada stadium dini, itulah sebabnya kanker serviks yang dimulai dari infeksi HPV dianggap sebagai "The Silent Killer".
Beberapa gejala bisa diamati meski tidak selalu menjadi petunjuk infeksi HPV. Keputihan atau mengeluarkan sedikit darah setelah melakukan hubungan intim adalah sedikit tanda gejala dari kanker ini. Selain itu, adanya cairan kekuningan yang berbau di area genital juga bisa menjadi petunjuk infeksi HPV. Virus ini dapat menular dari seorang penderita kepada orang lain dan menginfeksi orang tersebut. Penularannya dapat melalui kontak langsung dan karena hubungan seks.
Ketika terdapat virus ini pada tangan seseorang, lalu menyentuh daerah genital, virus ini akan berpindah dan dapat menginfeksi daerah serviks atau leher rahim Anda. Cara penularan lain adalah di closet pada WC umum yang sudah terkontaminasi virus ini. Seorang penderita kanker ini mungkin menggunakan closet, virus HPV yang terdapat pada penderita berpindah ke closet. Bila Anda menggunakannya tanpa membersihkannya, bisa saja virus kemudian berpindah ke daerah genital Anda.
Buruknya gaya hidup seseorang dapat menjadi penunjang meningkatnya jumlah penderita kanker ini. Kebiasaan merokok, kurang mengkonsumsi vitamin C, vitamin E dan asam folat dapat menjadi penyebabnya. Jika mengkonsumsi makanan bergizi akan membuat daya tahan tubuh meningkat dan dapat mengusir virus HPV.
Risiko menderita kanker serviks adalah wanita yang aktif berhubungan seks sejak usia sangat dini, yang sering berganti pasangan seks, atau yang berhubungan seks dengan pria yang suka berganti pasangan. Faktor penyebab lainnya adalah menggunakan pil KB dalam jangka waktu lama atau berasal dari keluarga yang memiliki riwayat penyakit kanker.
Sering kali, pria yang tidak menunjukkan gejala terinfeksi HPV itulah yang menularkannya kepada pasangannya. Seorang pria yang melakukan hubungan seks dengan seorang wanita yang menderita kanker serviks, akan menjadi media pembawa virus ini. Selanjutnya, saat pria ini melakukan hubungan seks dengan istrinya, virus tadi dapat berpindah kepada istrinya dan menginfeksinya.

Deteksi Kanker Serviks

Bagaimana cara mendeteksi bahwa seorang wanita terinfeksi HPV yang menyebabkan kanker serviks? Gejala seseorang terinfeksi HPV memang tidak terlihat dan tidak mudah diamati. Cara paling mudah untuk mengetahuinya dengan melakukan pemeriksaan sitologis leher rahim. Pemeriksaan ini saat ini populer dengan nama Pap smear atau Papanicolaou smear yang diambil dari nama dokter Yunani yang menemukan metode ini yaitu George N. Papanicolaou. Namun, ada juga berbagai metode lainnya untuk deteksi dini terhadap infeksi HPV dan kanker serviks seperti berikut:
  • IVA

    IVA yaitu singkatan dari Inspeksi Visual dengan Asam asetat. Metode pemeriksaan dengan mengoles serviks atau leher rahim dengan asam asetat. Kemudian diamati apakah ada kelainan seperti area berwarna putih. Jika tidak ada perubahan warna, maka dapat dianggap tidak ada infeksi pada serviks. Anda dapat melakukan di Puskesmas dengan harga relatif murah. Ini dapat dilakukan hanya untuk deteksi dini. Jika terlihat tanda yang mencurigakan, maka metode deteksi lainnya yang lebih lanjut harus dilakukan.
  • Pap smear

    Metode tes Pap smear yang umum yaitu dokter menggunakan pengerik atau sikat untuk mengambil sedikit sampel sel-sel serviks atau leher rahim. Kemudian sel-sel tersebut akan dianalisa di laboratorium. Tes itu dapat menyingkapkan apakah ada infeksi, radang, atau sel-sel abnormal. Menurut laporan sedunia, dengan secara teratur melakukan tes Pap smear telah mengurangi jumlah kematian akibat kanker serviks.
  • Thin prep

    Metode Thin prep lebih akurat dibanding Pap smear. Jika Pap smear hanya mengambil sebagian dari sel-sel di serviks atau leher rahim, maka Thin prep akan memeriksa seluruh bagian serviks atau leher rahim. Tentu hasilnya akan jauh lebih akurat dan tepat.
  • Kolposkopi

    Jika semua hasil tes pada metode sebelumnya menunjukkan adanya infeksi atau kejanggalan, prosedur kolposkopi akan dilakukan dengan menggunakan alat yang dilengkapi lensa pembesar untuk mengamati bagian yang terinfeksi. Tujuannya untuk menentukan apakah ada lesi atau jaringan yang tidak normal pada serviks atau leher rahim. Jika ada yang tidak normal, biopsi — pengambilan sejumlah kecil jaringan dari tubuh — dilakukan dan pengobatan untuk kanker serviks segera dimulai.

Mengobati Kanker Serviks

Jika terinfeksi HPV, jangan cemas, karena saat ini tersedia berbagai cara pengobatan yang dapat mengendalikan infeksi HPV. Beberapa pengobatan bertujuan mematikan sel-sel yang mengandung virus HPV. Cara lainnya adalah dengan menyingkirkan bagian yang rusak atau terinfeksi dengan pembedahan listrik, pembedahan laser, atau cryosurgery (membuang jaringan abnormal dengan pembekuan).
Jika kanker serviks sudah sampai ke stadium lanjut, maka akan dilakukan terapi kemoterapi. Pada beberapa kasus yang parah mungkin juga dilakukan histerektomi yaitu operasi pengangkatan rahim atau kandungan secara total. Tujuannya untuk membuang sel-sel kanker serviks yang sudah berkembang pada tubuh.
Namun, mencegah lebih baik daripada mengobati. Karena itu, bagaimana cara mencegah terinfeksi HPV dan kanker serviks? Berikut ini beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah kanker serviks.

Mencegah Kanker Serviks

Meski kanker serviks menakutkan, namun kita semua bisa mencegahnya. Anda dapat melakukan banyak tindakan pencegahan sebelum terinfeksi HPV dan akhirnya menderita kanker serviks. Beberapa cara praktis yang dapat Anda lakukan dalam kehidupan sehari-hari antara lain:
  • Miliki pola makan sehat, yang kaya dengan sayuran, buah dan sereal untuk merangsang sistem kekebalan tubuh. Misalnya mengkonsumsi berbagai karotena, vitamin A, C, dan E, dan asam folat dapat mengurangi risiko terkena kanker leher rahim.
  • Hindari merokok. Banyak bukti menunjukkan penggunaan tembakau dapat meningkatkan risiko terkena kanker serviks.
  • Hindari seks sebelum menikah atau di usia sangat muda atau belasan tahun.
  • Hindari berhubungan seks selama masa haid terbukti efektif untuk mencegah dan menghambat terbentuknya dan berkembangnya kanker serviks.
  • Hindari berhubungan seks dengan banyak partner.
  • Secara rutin menjalani tes Pap smear secara teratur. Saat ini tes Pap smear bahkan sudah bisa dilakukan di tingkat Puskesmas dengan harga terjangkau.
  • Alternatif tes Pap smear yaitu tes IVA dengan biaya yang lebih murah dari Pap smear. Tujuannya untuk deteksi dini terhadap infeksi HPV.
  • Pemberian vaksin atau vaksinasi HPV untuk mencegah terinfeksi HPV.
  • Melakukan pembersihan organ intim atau dikenal dengan istilah vagina toilet. Ini dapat dilakukan sendiri atau dapat juga dengan bantuan dokter ahli. Tujuannya untuk membersihkan organ intim wanita dari kotoran dan penyakit.

Hidup Sehat Tanpa Kanker Serviks

Kanker serviks bisa dicegah dan bisa diobati. Deteksi sejak dini dan rutin melakukan Pap smear akan memperkecil risiko terkena kanker serviks. Ubah gaya hidup Anda dan juga pola makan Anda agar terhindar dari penyakit yang membunuh banyak wanita di dunia ini. Dengan demikian, maka kesehatan serviks atau leher rahim lebih terjamin. Dengan penanganan yang tepat, kanker serviks bukanlah sesuatu yang menakutkan.

Jumat, 28 Mei 2010

Mahasiswi FIK Berpartisipasi dalam GrIStuF 2010


Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) patut berbangga karena sekali lagi telah menorehkan prestasinya di kancah internasional. Untuk kesekian kalinya, FIK UI mengirimkan delegasinya untuk mengikuti kegiatan kepemudaan internasional. Hafiza Elvira Nofitariani, mahasiswa reguler 2007, adalah salah satu delegasi Universitas Indonesia dan juga satu-satunya perwakilan FIK UI yang terpilih dan akan berpartisipasi dalam acara Greifswald International Students Festival (GrIStuF) 2010 yang akan diselenggarakan pada tanggal 26 Mei - 6 Juni 2010 di Greifswald University, Jerman.
Greifswald International Students Festival merupakan sebuah wadah bagi mahasiswa Indonesia dan Internasional untuk bertukar pikiran, memperluas wawasan, dan berkontribusi aktif dalam isu global. Acara ini meliputi workshop baik theoretical maupun practical, festival, forum, conference, dan ajang pertukaran kebudayaan. Merupakan sebuah kehormatan bagi Indonesia pada umumnya, dan Universitas Indonesia pada khususnya, untuk dapat terlibat dalam konferensi berskala internasional ini. Universitas Indonesia memiliki citra yang baik di masyarakat untuk mencetak pemimpin-pemimpin baru dalam menghadapi tantangan global di masa yang akan datang. Dengan keikutsertaan dalam GrIStuF 2010, terbuka kesempatan yang baik bagi delegasi UI untuk memperoleh ide, kritik dan pandangan internasional untuk perkembangan yang lebih baik. Dari informasi tersebut, dapat diambil best practice untuk diterapkan di Indonesia.
Semoga keikutsertaan delegasi FIK UI kali ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di tingkat internasional.


sumber : http://www.fik.ui.ac.id/index.php?m=berita&s=detail&id_berita=91


Rabu, 03 Februari 2010

Atresia bilier

Biliary atresia is the congenital absence or Atresia bilier adalah tidak adanya atau bawaan
closure of the ducts  that drain bile from the liver. penutupan saluran yang mengalirkan empedu dari hati.

 

Cells within the liver secrete a liquid called bile, which is made up of cholesterol, bile salts and waste products, including bilirubin. Sel-sel di dalam hati yang disebut mengeluarkan cairan empedu, yang terdiri dari kolesterol, garam empedu dan produk-produk limbah, termasuk bilirubin. A network of tubular structures and tiny ducts form the biliary system to drain bile from the liver to the small intestine where it aids in the digestive process. Sebuah jaringan pipa saluran kecil struktur dan membentuk sistem bilier untuk mengalirkan empedu dari hati ke usus kecil di mana ia membantu dalam proses pencernaan. Biliary atresia is the closure or disappearance of the biliary system. Atresia bilier adalah penutupan atau hilangnya sistem bilier.
Biliary atresia is a progressive inflammatory process that begins very soon after birth. Atresia bilier adalah suatu proses peradangan progresif yang dimulai segera setelah lahir. In the most common form, called extrahepatic biliary atresia, the delicate ducts outside the liver are affected first. Dalam bentuk yang paling umum, yang disebut atresia bilier extrahepatic, yang lembut hati saluran luar pertama terpengaruh. White blood cells invade the ducts, which become damaged and may whither or completely disappear. Sel darah putih menyerang saluran, yang menjadi rusak dan bisa ke mana atau sama sekali menghilang. Bile is trapped inside the liver and rapidly causes damage and scarring to the liver cells. Empedu yang terperangkap di dalam hati dan dengan cepat dan jaringan parut menyebabkan kerusakan pada sel hati. Further scarring of the liver tissue may result in cirrhosis. Jaringan parut lebih lanjut dari jaringan hati dapat menyebabkan sirosis.
On average, there is one case of biliary atresia out of every 15,000 live births. Rata-rata, terdapat satu kasus atresia bilier dari setiap 15.000 kelahiran hidup. Females are affected slightly more often than males. Betina sedikit lebih sering terkena daripada laki-laki. In the United States, approximately 300 new cases are diagnosed each year. Di Amerika Serikat, sekitar 300 kasus baru didiagnosa setiap tahun.

What causes biliary atresia? Apa yang menyebabkan atresia bilier?

The cause of biliary atresia is unknown. Penyebab atresia bilier tidak diketahui. Auto-immune mechanisms may be partly responsible for the progressive process that takes place. Mekanisme auto-imun mungkin ikut bertanggung jawab atas proses progresif yang terjadi. Recent research suggests that a viral infection in susceptible infants could result in biliary atresia. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa infeksi virus pada bayi rentan dapat mengakibatkan atresia bilier. About 10% of cases have other associated congenital defects in the heart, blood vessels, intestine, or spleen. Sekitar 10% kasus memiliki cacat bawaan terkait lainnya di jantung, pembuluh darah, usus, atau limpa.
Although the cause is uncertain, it is known that biliary atresia affects only newborns; it is not hereditary; it is not contagious; and it is not preventable. Meskipun penyebabnya tidak pasti, diketahui bahwa atresia bilier hanya mempengaruhi bayi yang baru lahir itu bukan turun temurun; itu tidak menular dan tidak dapat dicegah. Parents should be assured that biliary atresia is not caused by anything the mother did during pregnancy. Orangtua harus yakin bahwa atresia bilier tidak disebabkan oleh apa pun yang ibu lakukan selama kehamilan.

Diagnosis Diagnosis

The usual history is a full term infant who appears normal at birth but develops jaundice after the age of 2 to 3 weeks. Sejarah biasa adalah istilah penuh bayi yang tampak normal pada waktu lahir namun berkembang penyakit kuning setelah usia 2 sampai 3 minggu. The infant has yellow eyes and skin, light-colored stools and dark urine caused by the build up of bilirubin in the blood. Bayi memiliki mata dan kulit kuning, bangku berwarna terang dan gelap yang disebabkan oleh air seni membangun bilirubin dalam darah. The abdomen may be swollen with a firm, enlarged liver. Mungkin perut bengkak dengan sebuah perusahaan, diperbesar hati. Weight loss and irritability develop as the level of jaundice increases. Berat badan dan mudah tersinggung berkembang sebagai tingkat penyakit kuning meningkat.
Many tests are needed to rule out other possible causes of jaundice and diagnosis biliary atresia: Banyak tes yang diperlukan untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lain penyakit kuning dan diagnosis atresia bilier:
peluru Blood tests may show abnormal results which indicate liver dysfunction with increased bilirubin (a chemical marker in the blood for jaundice). Tes darah dapat menunjukkan hasil yang tidak normal yang menunjukkan disfungsi hati dengan peningkatan bilirubin (penanda kimia dalam darah untuk penyakit kuning).
peluru An ultrasound test may detect an absent or tiny gall bladder. Tes USG dapat mendeteksi tidak ada atau kecil kandung empedu.
peluru In another test, called a HIDA scan, a special radioactive dye that acts like bilirubin is injected into the infant's vein. Dalam tes lain, yang disebut Hida scan, pewarna radioaktif khusus yang bertindak seperti bilirubin yang disuntikkan ke pembuluh darah bayi. In biliary atresia, the dye is taken up by the liver but cannot flow through the damaged biliary system to the small intestine. Pada atresia bilier, cairan diambil oleh hati, tetapi tidak dapat mengalir melalui sistem bilier rusak ke usus kecil.
peluru A special needle may be used to take a tiny piece of liver, which under a microscope may indicate features typical of an obstruction to the biliary system. Jarum khusus dapat digunakan untuk mengambil sepotong kecil hati, yang di bawah mikroskop dapat menunjukkan ciri khas dari suatu obstruksi ke sistem bilier.
peluru Surgical exploration of the baby's abdomen is necessary in most cases of suspected biliary atresia to definitively make the diagnosis. Pembedahan eksplorasi perut bayi diperlukan dalam kebanyakan kasus atresia bilier yang diduga untuk membuat diagnosis definitif.

kasai2.jpg (17826 
bytes) Treatment Perawatan

Once the diagnosis is confirmed, the preferred treatment is to remove the atretic biliary ducts outside the liver and attach the small intestine directly to the liver at the spot where bile is found or expected to drain. Setelah diagnosis dikonfirmasi, pengobatan yang lebih disukai adalah untuk menghapus atretic saluran empedu di luar hati dan melampirkan usus kecil langsung ke hati di tempat empedu ditemukan atau diharapkan untuk mengeringkan. The segment of intestine that connects to the liver also connects to the rest of the intestine and forms a Y connection called a "Roux-en-Y hepatoportojejunostomy," or Kasai procedure. Segmen usus yang menghubungkan ke hati juga menghubungkan ke seluruh usus dan membentuk sambungan Y disebut "Roux-en-Y hepatoportojejunostomy," atau prosedur Kasai.
Bile flow is re-established in approximately 80% of infants who are operated on when younger than 3 months of age. Aliran empedu kembali didirikan di sekitar 80% dari bayi yang dioperasikan pada saat muda dari 3 bulan. Of these, about 50% will have some bile drainage and as many as 30% will have complete bile drainage with a return to normal bilirubin. Dari jumlah tersebut, sekitar 50% akan memiliki beberapa drainase dan empedu sebanyak 30% akan memiliki drainase empedu lengkap dengan kembali normal bilirubin. About 20% of infants will not be helped by the Kasai procedure. Sekitar 20% dari bayi tidak akan dibantu oleh prosedur Kasai. In these cases, the only other treatment option is a liver transplant. Dalam kasus ini, satu-satunya pilihan pengobatan adalah transplantasi hati.
Early diagnosis of this disease is very important. Diagnosis dini penyakit ini sangat penting. If surgery is performed before the baby is 2 months old, success is much more likely. Jika operasi dilakukan sebelum bayi berusia 2 bulan, sukses jauh lebih mungkin. After 3 months, success of the operation is poor. Setelah 3 bulan, keberhasilan operasi miskin. For this reason, all infants who are jaundiced after the age of 4 weeks should be evaluated for biliary atresia. Untuk alasan ini, semua bayi yang kuning setelah usia 4 minggu harus dievaluasi untuk atresia bilier.

Complications Komplikasi

The most common complication associated with the Kasai procedure is ascending cholangitis, a bacterial infection of the biliary tree. Komplikasi yang paling umum yang terkait dengan prosedur Kasai mendaki kolangitis, infeksi bakteri dari pohon bilier. Bacteria normally found in the small intestine moves up the Roux-en-Y causing infection. Bakteri biasanya ditemukan di usus kecil bergerak naik Roux-en-Y menyebabkan infeksi. Signs include unexplained fever, increased jaundice, or lighter stools. Tanda-tanda termasuk demam yang tidak dapat dijelaskan, peningkatan penyakit kuning, atau kotoran ringan. Intravenous and long-term oral antibiotics are used to prevent and treat ascending cholangitis. Intravena dan oral jangka panjang antibiotik digunakan untuk mencegah dan mengobati kolangitis mendaki.
Adequate bile flow is needed for the digestion and absorption of dietary fats and fat-soluble vitamins, including vitamins A, D, E, and K. When bile flow is reduced, poor growth and malnutrition may result. Aliran empedu yang memadai diperlukan untuk pencernaan dan penyerapan lemak makanan dan vitamin yang larut dalam lemak, termasuk vitamin A, D, E, dan K. Bila aliran empedu dikurangi, pertumbuhan miskin dan kekurangan gizi dapat mengakibatkan. Special formulas containing medium-chain triglycerides (an easily digested form of dietary fat) and water-soluble vitamin supplements are often prescribed to maximize the child's growth and development. Formula khusus yang mengandung trigliserida rantai menengah (yang mudah dicerna bentuk diet lemak) dan vitamin yang larut air suplemen sering diresepkan untuk memaksimalkan anak pertumbuhan dan perkembangan.
Formation of scar tissue eventually leads to portal hypertension in many children. Pembentukan jaringan parut pada akhirnya menyebabkan hipertensi portal di banyak anak-anak. Portal hypertension refers to increased pressure in the veins between the intestines and spleen to the liver. Complications include problems with bleeding and clotting; enlarged weak veins in the esophagus and stomach; and accumulation of fluid in the abdominal cavity called ascites. Hipertensi portal mengacu pada peningkatan tekanan dalam pembuluh darah antara usus dan limpa ke hati. Komplikasi mencakup masalah dengan pendarahan dan pembekuan; diperbesar lemah pembuluh darah di kerongkongan dan perut, dan akumulasi cairan dalam rongga perut disebut asites. When these complications can no longer be treated effectively, the child is referred for liver transplantation. Bila komplikasi ini tidak dapat lagi dirawat secara efektif, si anak dirujuk untuk transplantasi hati.

What is the outcome for children with biliary atresia? Apa hasilnya untuk anak-anak dengan atresia bilier?

If left untreated, the result of blocked bile flow is damage to the liver such that few children survive beyond the age of two. Jika tidak diobati, hasil dari aliran empedu diblokir kerusakan hati sehingga beberapa anak-anak bertahan hidup melampaui usia dua. When bile flow is only partly restored by surgery, the complications of cirrhosis will gradually develop. Ketika aliran empedu hanya sebagian dipulihkan dengan operasi, komplikasi dari sirosis akan secara bertahap berkembang. If the Kasai procedure is successful in draining the liver and returning the bilirubin back to normal, children may live many years with normal growth and activities. Jika prosedur Kasai berhasil dalam menguras hati dan bilirubin mengembalikan kembali normal, anak-anak dapat hidup bertahun-tahun dengan pertumbuhan normal dan aktivitas. Some will grow into adulthood and some may never need a transplant. Beberapa akan tumbuh menjadi dewasa dan beberapa mungkin tidak pernah membutuhkan transplantasi.
More often, despite successful surgery, slow, progressive damage to the liver continues. Lebih sering, meski operasi sukses, lambat, progresif kerusakan hati terus berlanjut. When progressive cirrhosis occurs, it will eventually require liver transplantation. Ketika progresif sirosis terjadi, pada akhirnya akan membutuhkan transplantasi hati.
Liver transplantation plays an important role in the long-term treatment of biliary atresia. Transplantasi liver memainkan peranan penting dalam jangka panjang pengobatan atresia bilier. Pediatric liver transplantation has evolved into a highly successful therapy and now offers significant hope for all children born with biliary atresia. Pediatric transplantasi hati telah berevolusi menjadi terapi yang sangat sukses dan sekarang menawarkan harapan yang signifikan bagi semua anak dilahirkan dengan atresia bilier.
INFO KESEHATAN © 2008. Design by :vio Templates Sponsored by: gold bola